Beberapa hari kemarin, Kota ini milad ke 1326. Tua. Yang berarti sudah lama sekali kota ini ada, hingga menginjak angka ribuan, ratusan tahun lamanya dan seharusnya sudah relevan dengan kemajuan, kesejahteraan, dan serta jargon lain yang jamak berdengung. (ngung!)
****
Sejak 2004, kota ini yaa maju, pesat malah. Bagi yang sudah 10 tahun tidak pernah balik kampung, pulanglah, dan silahkan terkagum-kagum. hhha. Jalanan rapi, bersih, apalagi kalau malam, bertaburrrr cahaya lampu. Ashooi. Kriminalitas jauuuh berkurang. Dulu, sewaktu SD, masih ingat saya di TVRI daerah yang menayangkan iklan masyarakat dengan isi himbauan untuk meninggalkan kebiasaan PISAU DI PINGGANG. Sadis!.
Pisau di pinggang means pisau yang di tenteng kemana-mana, dan diselipkan di pinggang. Haha, seseram namanya, yang bisa jadi menggambarkan budaya kekerasan yang meraja saat itu. Gak tau. Waktu itu masih teramat kecil untuk mengerti kenapa budaya itu bisa jalan. Kenapa juga bisa menjadi kebiasaan. Padahal, menenteng pisau kemana-mana juga gak bikin ganteng lho. hmm, Gak ngerti.
.
Sekarang, sudah jauh tenteram. Tapi, tentu untuk spot-spot tertentu. Belum aman seratus persen lah. Lagi pula, untuk menjadi kota yang nyaman, masih butuh banyak perjuangan dan terobosan lagi deeeeeee. OK deeeeee.
.
p.s. = Sayang, gambar logo sriwijaya expo untuk tahun ini susah didapatkan, Padahal, hmmm, keren habis-habisan ;p . Kira-kira, siapa ya yang disain??
Thursday, 25 June 2009
Wednesday, 24 June 2009
Jeda
Liburan datang, kamerad. Dan liburan itu singgahnya lama sekali, hampir 3 bulan. Harusnya dalam bulan-bulan ini, mahasiswa ekonomi sibuk belajar di semester pendek, mengejar esensi ata pertanyaan yang hadir dalam tiap-tiap ruang kelas. Namun, rencana tinggalah rencana, semester pendek gagal dilaksanakan akibat satu dan lain hal, atau mungkin anasir jahat yang tumbuh kembang di lingkungan kami ?. Sengkarut, masalahnya saya hanya murni sebagai mahasiswa tanpa kekuasaan yang dipegang di tangan. Maka benarlah liburan ini, saatnya belajar hal lain.
****
...dan untuk mengusir rasa bosan, at least, saya memilih untuk meneruskan mengisi hari-hari dengan menulis sepatah-dua patah ide di dalam blog ini. Dan, iya, blog ini hidup lagiiii... Setelah pada tulisan terakhir bertemakan pemilu yang sayangnya hingga kini masih saja tengah giat-giat nya seliweran menjadi topik bahasan dimana-mana. Bayangkan saudara-saudara, (dari pertengahan tahun lalu mungkin??), bahasan tentang Pemilu seakan tak berujung. Mulai dari televisi, kanal berita, corong radio, opini para tua, muda, segala lintas asal usul lempar opini dengan tema yang seragam. Negeri ini perlahan belajar bagaimana demokrasi yang sejatinya, yang seutuhnya, yang mendengarkan suara rakyat selaiknya suara Tuhan. Belajar bahwa suara dan pikiran yang berbeda tak seharusnya dihantam dengan palu dan lemparan botol, batu, dan kayu, dan keseragaman sudah basi dikalahkan kenyataan bahwa negeri ini indah bila kombinasi keberagaman dan pluralisme akan menemukan bentuk terbaiknya. aha!
****
Ok. Boleh saya bicarakan tentang kota yang di belah oleh Sungai Musi menjadi dua bagian, Seberang Ulu dan Seberang Ilir. Namanya Palembang, ibukota Sumatera Selatan. Disini terdapat dua kerajaan besar yang penah besar dan masyhur di zamannya ( jreeengg..). Sebutlah Palembang Darussalam dan Sriwijaya. Tak perlulah diceritakan kisah dua hal tersebut, terlalu panjang dan kompetensi saya untuk bercerita masih dalam tanda tanya yang besar.
Di kota inilah, di atas bumi Sriwijaya, saya makan dan hidup, bersosialisasi, dan banyak hal lain.
Singkat kata, perangai dan kebiasaan penduduk di sini yang bisa jadi akan menginspirasi tulisan pada blog ini sterusnya. Menginspirasi, fantastis, bombastis, HAHAHHAHA. Masyarakatnya, adat mereka, kotanya, adipura nya. Banyak, dan semuanya atas patron satu hal : pendapat pribadi. YEAH!. Untuk itulah guna blog ini, bebas saya tuangkan pikiran, ide, masukan, cacian, makian, do'a, semuanya menurut saaaya tentunyaaaaaa.
originally from : seribumenara.com
****
Palembang Panas La
****
...dan untuk mengusir rasa bosan, at least, saya memilih untuk meneruskan mengisi hari-hari dengan menulis sepatah-dua patah ide di dalam blog ini. Dan, iya, blog ini hidup lagiiii... Setelah pada tulisan terakhir bertemakan pemilu yang sayangnya hingga kini masih saja tengah giat-giat nya seliweran menjadi topik bahasan dimana-mana. Bayangkan saudara-saudara, (dari pertengahan tahun lalu mungkin??), bahasan tentang Pemilu seakan tak berujung. Mulai dari televisi, kanal berita, corong radio, opini para tua, muda, segala lintas asal usul lempar opini dengan tema yang seragam. Negeri ini perlahan belajar bagaimana demokrasi yang sejatinya, yang seutuhnya, yang mendengarkan suara rakyat selaiknya suara Tuhan. Belajar bahwa suara dan pikiran yang berbeda tak seharusnya dihantam dengan palu dan lemparan botol, batu, dan kayu, dan keseragaman sudah basi dikalahkan kenyataan bahwa negeri ini indah bila kombinasi keberagaman dan pluralisme akan menemukan bentuk terbaiknya. aha!
****
Ok. Boleh saya bicarakan tentang kota yang di belah oleh Sungai Musi menjadi dua bagian, Seberang Ulu dan Seberang Ilir. Namanya Palembang, ibukota Sumatera Selatan. Disini terdapat dua kerajaan besar yang penah besar dan masyhur di zamannya ( jreeengg..). Sebutlah Palembang Darussalam dan Sriwijaya. Tak perlulah diceritakan kisah dua hal tersebut, terlalu panjang dan kompetensi saya untuk bercerita masih dalam tanda tanya yang besar.
Di kota inilah, di atas bumi Sriwijaya, saya makan dan hidup, bersosialisasi, dan banyak hal lain.
Singkat kata, perangai dan kebiasaan penduduk di sini yang bisa jadi akan menginspirasi tulisan pada blog ini sterusnya. Menginspirasi, fantastis, bombastis, HAHAHHAHA. Masyarakatnya, adat mereka, kotanya, adipura nya. Banyak, dan semuanya atas patron satu hal : pendapat pribadi. YEAH!. Untuk itulah guna blog ini, bebas saya tuangkan pikiran, ide, masukan, cacian, makian, do'a, semuanya menurut saaaya tentunyaaaaaa.
originally from : seribumenara.com****
Palembang Panas La
Subscribe to:
Posts (Atom)
.jpg)


