Sunday, 17 August 2008

Kata beliau...



'ketika aku seusiamu kujelajahi dunia pengetahuan bukan dengan pesona tapi bertanya. Saat aku seusiamu kubikin sekolah rakyat yang tidak mengutip bayaran. Aku ajari anak-anak tiga pelajaran penting, ketrampilan agar mereka menjadi manusia merdeka, filsafat agar mereka tahu akar pengetahuan dan berorganisasi agar mereka menjadi bagian dari pergerakan. Sayang orang-orang kolonial itu menangkapku jauh lebih cepat dari yang kuduga. Apa yang kaukerjakan sekarang anak muda?
-Tan Malaka-


Menung


huff...
sekarang kita ada di 2008, sudah melompati 63 tahun kemerdekaan, melewati 100 tahun kebangkitan nasional, dan 10 tahun reformasi. sudah banyak yang dilalui rakyat indonesia. banyak yang terjadi di negeri ini.
kata orang, kita sudah banyak makan asam garam. sudah banyak pengalaman istilahnya. Lalu, kalau begitu, apa rakyat indonesia sudah dewasa?sudah mampu memerdekakan dirinya dari segala macam penghambatnya?
relatif.
namun, yang pasti, rakyat indonesia belum sepenuhnya merdeka dari imperialis. pembodohan a la belanda masih laku di bumi pertiwi ini. contoh, boleh tanya apa prioritas pada mayoritas para sarjana muda setelah menamatkan pendidikan?tentu bekerja!. iya, kerja, bukan membuat kerja. bukan menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi memilih untuk menjadi bawahan. takut mengembangkan kreatifitas sendiri, bukan berusaha maju dengan semangat kolektivitas.
birokrasi, itulah penghalang kita untuk maju di negeri yang tidak efisien dengan semboyan menakutkan , kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah?.
satu lagi, kapitalisme. Menarik kalau menyebutkan kapitlaisme, sebuah imperialisme gaya baru, hasil adopsi khas negeri2 utara. Kita, yang disini, yang terdidik secara timur, yang makan minum bernama semangat kebersamaan, kegotongroyongan, yang heterogen, dengan pancasila di belakang sendi2 masyarakat kita, dengan tunduk malu patuh pada kapitalisme yang perlahan menjadikan kita, makhluk individualistis yang berorientasi pada kebendaan semata.
padahal, semangat berusaha a la indonesia didasari pada semangat kekeluargaan, yang kini sudah mulai terlupakan.


 

© free template by Blogspot tutorial