Tuesday, 25 November 2008

Demokrasi Kertas Suara

Jujur. Ada semacam ragu saat saya sadar bahwa kita semakin dekat dengan pemilihan. Pemilihan calon pemimpin kita, yang proses perwakilan nya tetap bargaya lama, lewat kertas suara. Ya, demokrasi kertas suara begitulah!. Ragu apa, mungkin ragu yang dikarenakan oleh ketidaktahuan siapa sejatinya mereka, yang akan menjadi penyambung suara kita di tempat perwakilan yang terhormat. Secara personal, mungkin akan sulit untuk mengenal tiap-tiap kandidat, siapa mereka, darimana asalnya, siapa keluarganya, atau mungkin lewat visi misi juga idealisme bahkan nama siapa orang nya!. kacau!. Padahal seharusnya, merekalah yang berinisiatif mengenalkan diri, mengenalkan program program yang sudah disusun di otak mereka yang diyakini dapat mengguncang dunia. Gitulo. Seharusnya mereka lebih kreatif dalam menyampaikan pesan, lha mereka kan inginnya dipilih, maka bersikaplah lebih menjual, lebih kreatif dalam menjual pikiran. Kalau terus terusan begini, yang mereka tampilkan hanyalah sebuah figur sebuah foto belaka, tanpa kita kenal siapa mereka, apa ideologinya, apa yang akan mereka perjuangkan, apakah mereka pernah turun ke bawah, benar benar memahami persoalan orang kecil yang akan mereka bawa ke tempat terhormat disana.

***

iya, pemilu yang semakin dekat seperti berarti menjamurnya pamflet-berwajah-senyum-entah-siapa. Sialnya, pamflet2 itu seperti sudah janjian , dengan isi yang seragam, sudah bisa dipastikan, isinya cuma disuruh coblos terus senyum si orang yang ada di pamflet, sudah. sangat tidak berbobot.
Sudah itu, berapa sih jumlah partai yang ada sekarang?30?40?kalau masing-masing partai menyumbang caleg sebanyak 5 orang untuk satu dapil, berapa banyak caleg yang muncul?apakah sudah ada jaminan, kalau caleg yang naik memang benar2 telah teruji kualitasnya, bukan sekadar memenuhi kuota?


***

ah. sepertinya benar bila sekarang, negara ini, di pertiwi ini sedang dilanda demam, demam demokrasi. Euforia demokrasi. Dimana yang didukung banyak suara, dialah pemenang, dialah yang berhak memimpin semuanya. Semuanya dengan tangannya.






0 comments: